Sang Pujaan Hati


https://yuditav69.files.wordpress.com/2011/05/kartun.jpg?w=300

Mau share cerita nih..
Dibaca yah…

Semenjak kepindahannya ke Kota Bekasi, dia sekarang jadi merasa sendiri. Dia tidak mempunyai teman. Bahkan kota ini terasa asing buat dia. Hari-harinya hanya dia habiskan di depan tv di rumahnya.

Andi namanya. Laki-laki berparas tinggi tapi badan agak kurus, dan memiliki wajah yang lumayan. Dia juga pemalu, apalagi kalau bertatapan langsung dengan seorang gadis, mukanya langsung memerah.

Tek.. Tek.. Tek… Terdengar suara rintikan hujan yang jatuh ke genteng rumahnya.

“Wah… Sepertinya akan turun hujan nih.. Jemuran gue !! “. Kata Andi sambil berlari ke halaman belakang.

“padahal baru tadi pagi hujan, kok siang gini hujan lagi..”. Guman dia dalam hati.

Andi merasa kesal karena baju-bajunya masih basah dan hanya beberapa saja yang sudah kering.

Hujan turun semakin deras. Suara petir menggelegar. Ini membuatnya merasa ngantuk dan dia berniat untuk berbaring sebentar di ranjang kamarnya. Tak lama dia tertidur pulas.

Dua jam sudah dia tertidur. Dia terbangun dan langsung menuju keluar depan rumahnya. Melihat suasana luar dan ternyata sudah tidak hujan lagi.

“Andi..andi..”. Terdengar suara dari dalam rumah. Ternyata ibunya yang berteriak menanggil Andi. “ya.. Bu..!!”. Jawab Andi teriak.

Andi langsung bergegas masuk. Menerima panggilan ibunya tadi.

Ternyata ibunya hanya ingin minta tolong Andi untuk pergi ke warung membelikan sesuatu. Andi langsung bergegas pergi.

“Bu.. Garem satu ya..!! “. Kata Andi kepada ibu warung. “apa lagi dek ??”. Tanya ibu warung sambil memberikan garam pada Andi.

“Bu.. Mie goreng satu ya !!”. Tiba-tiba terdengar suara yang lembut dari sebelah Andi. Andi sentak langsung menoleh ke arah sebelah kirinya. Dan Andi pun kaget ternyata yang dia lihat adalah seorang gadis.

Gadis itu sangat cantik dan membuat mata Andi tidak berkedip memperhatikan gadis itu. Tatapan Andi menelusuri dari atas sampai bawah. Gadis itu mengenakan kaos lengan pendek warna putih dan setelan celana Hotpants. Rambutnya yang panjang lurus sampai bahu dan agak pirang. Kulitnya yang putih mulus. Hidung mancung. Badanya sedikit agak gemuk tapi seksi. Kira-kira tingginya 160 cm. Tidak beda jauh dengan Andi 165 cm.

Ia sekilas menoleh ke arah Andi karena merasa diperhatiin. Dan Andi langsung cepat-cepat membuang pandangannya sambil gugup salah tingkah. Seolah-olah dia tidak sedang memperhatikannya.

Gadis itu pun pergi, dan Andi terus memperhatikannya. Ia merasa penasaran, rasa ingin tahu yang begitu besar. Gadis cantik itu sudah membuat ia terkagum-kagum dan membuat hatinya berdebar-debar. Karena rasa ingin tahunya, jadi dia memutuskan untuk mengikutinya dari belakang.

Terlihat rumah yang mewah, tapi ga begitu besar. Dan gadis itu masuk ke rumah mewah itu. Ternyata rumah itu tidak jauh dengan rumah Andi. Yang hanya berjarak 50 m dari rumahnya.

Dari situ ia minder merasa tikak pantas berteman dengannya. Dan mungkin tidak akan pernah bisa berteman. Karena dia adalah orang kaya terlihat dari rumahnya yang megah. Sedangkan Andi hidup dengan kesederhanaan, dan rumah yang dia tempati juga masih ngontrak. Andi hidup dari sebuah warung nasi usaha orang tuanya. Yang buka di malam hari. Atau yang biasa disebut PKL (Pedagang Kaki Lima). Terkadang Andi juga membantu mereka berjualan.

Ia terus memikirkan gadis itu. Siang, malam bahkan tiap hari. Rasa penasaran selalu menghantuinya. Membuat ia ingin tahu siapa nama gadis itu. Ia berharap bisa berteman dengannya. Melihat dia tiap hari dan bisa mengenal tentangnya lebih jauh.

Ia selalu berdiri di depan rumahnya melihat ke arah rumah gadis itu dari balik kaca jendela. Karena memang jarak rumahnya yang dekat dan terlihat sangat jelas dari rumah Andi. Hanya bersebrangan dengan jalan namun rumahnya terlihat menyempit di pojok.

Usahanya itu dilakukan agar ia bisa melihat gadis cantik itu. Dan semua itu tidak sia-sia, karena ia memang bisa melihatnya. Meskipun hanya melihat dan dari jarak jauh, tapi ia sudah merasa senang. Dan ini dilakukannya tiap hari. Terkadang dia sempatkan untuk keluar rumah dan berdiri didekat pagar rumahnya untuk menunggu gadis itu lewat.

Menunggu dan melihat. Hanya itu yang ia lakukan. Karena ia tidak punya keberanian untuk berkenalan dengannya. Bahkan sekedar menyapapun ia tidak berani. Karena memang sifat Andi yang pemalu. Apalagi dengan perempuan. Berdekatanpun ia gugup.

Hari itu ia melihat ada seorang laki-laki, berparas tinggi, gagah dan ganteng turun dari sebuah motor Ninja tepat di depan rumah si gadis. Dan terlihat gadis itu menemuinya.

Dari situ Andi berfikir kalau laki-laki itu adalah pacarnya gadis cantik itu. Terlihat saat mereka berpelukan. “wajarlah gadis secantik itu udah ada yg punya.. Siapa sih yg ga tertarik sama dia..?!”. Kata Andi marah.

“Kenapa gue harus marah.. Toh gue bukan siapa-siapanya dia.. Lagian dia ga kenal gue..!!”. Oceh Andi kesal.

Dan itu membuat ia tidak bersemangat lagi. Gadis yang selalu ia idamkan adalah milik orang lain. Perasaan kesal dan kecewa bergabung jadi satu.

Suatu ketika di malah hari. Saat itu ia berjalan pulang sehabis dari mini market membeli barang keperluannya. Ia berjalan sambil asik SMS-an dengan temannya yang berada di Bandung. Dan Bandung juga tempat tinggal Andi sebelum ia pindah ke Bekasi.

Saat sedang asik SMS-an, tiba-tiba ia menabrak orang yang arahnya dari belokan. Karena dari tadi dia melihat ke arah hapenya dan tidak melihat ke arah jalan. Hape dan barang belanjaanya yang ia pegang jatuh. Lalu ia buru-buru mengambilnya dan tidak melihat siapa yang ia tabrak. Saat akan bilang maaf, ia terdiam kaget. Sambil terus menatap siapa yang ia tabrak. Ternyata yang ditabraknya adalah gadis yang selalu ia perhatikan dari balik jendela tiap hari. Gadis yang selalu membuat ia deg-degan.

Saking kagetnya, ia pun terus menatapnya tanpa mengedipkan mata. Ia tidak menyangka bisa melihat dari dekat, bahkan sempat bersentuhan meskipun tidak sengaja.

“”Maaf… Maaf… Saya tidak sengaja.. Saya sedang buru-buru.. Maaf ya…!!”. Kata gadis itu sambil panik tergesa-gesa.

Tapi tidak ada jawaban dari Andi. Karena ia terus menatap kaget gadis itu. Karena si gadis merasa heran, jadi dia pergi begitu saja. Langkah demi langkah ia perhatikan. Dan pada saat gadis itu akan berbelok, sempat dia menoleh ke belakang ke arah Andi.

Ia terus memikirkan apa yang baru saja terjadi. Kejadian itu selalu terbayang-bayang.

Ia berfikir tentang perasaan yang sekarang ia rasakan. “perasaan apa yg gue rasain in..? Apa gue udah mulai suka sama dia..? Apa gue udah mulai jatuh cinta sama dia..?”. Pikir Andi bingung.

Ia tida memperdulikan apa yang ia rasakan sekarang. Yang penting ia bahagia dengan semua ini.

Semenjak kejadian malam waktu itu, ia kini tidak lagi melihat gadis itu. Karena gadis cantik itu entah ke mana tiba-menghilang. Hampir dua minggu ia tidak melihat sang pujaan hati. Ia tidak tahu gadis itu pergi ke mana. Dan ia kini merasa kesepian.

Karena merasa bosan, ia berniat keluar jalan-jalan malam. Sekedar cari udara segar. Saat ia keluar dari rumah, ia melihat ke arah rumah itu. Dan terlihat sangat sepi. Ia mengarahkan pandangannya ke arah lain, dan tiba-tiba ia kaget melihat seorang perempuan sedang duduk di kursi pinggir jalan dekat rumahnya sendirian. Yang tersorot oleh lampu jalan yang sudah redup. Jadi terlihat samar-samar dari kejauhan.

Dan Andipun bertanya-tanya. “siapa ya orang itu..? Kenapa malam-malam gini ada perempuan di situ ? Sendirian lag..!”

Ia pun berniat untuk mendekatinya. Untuk melihat siapa yang ada di sana Langkah demi langkah dan semakin dekat. Perempuan itu terlihat semakin jelas. Wajah dan rambutnya telihat jelas. Yang sangat mengejutkannya lagi ternyata perempuan itu adalah gadis yang selama ini ia cari-cari karena sempat menghilang beberapa waktu yang lalu.

Ia berhenti melangkahkan kakinya. Dan berfikir sejenak. Rasa ragu, rasa takut juga rasa malu bercampur jadi satu. Tapi ia mencoba membuang perasaan itu dan memberanikan diri. Dan ini adalah kesempatan untuk mendekatinya, pikirnya.

Andi mulai melangkahkan kakinya kembali. Semakin dekat dengan dia, semakin pula jantungnya berdetak cepat. Tapi ia mencoba untuk santai dan menghilangkan semua beban yang ada.

Andi berhenti dari langkahnya dan berdiri tepat di depan si gadis. Gadis itu menundukkan kepalanya dan terlihat sedang menangis. Jantung Andi semakin bedetak kencang. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Tapi ia mencoba memberanikan diri untuk menyapanya.

“Kenapa kamu nangis..?”. Tanya Andi lirih.

Sesaat tidak ada jawaban. Tapi tiba-tiba gadis itu melihat ke arah Andi dan beanjak dari duduknya. Sentak langsung memeluk Andi.

Andi kaget apa yang dilakukannya. Dia memeluk erat Andi. Tangisannya semakin menjadi. Dan terlontar kata-kata kasar dari mulutnya.

“Brengsek..!! Dasar cowok brengsek..!!!”. Teriak si gadis kesal sambil terus menangis.

Andi diam saja apa yang dilakukannya. Andi jatuh ke dalam perasaan yang sangat bahagia. Gadis cantik yang biasanya hanya bisa ia lihat dari jauh, yang hanya bisa ia bayangkan, kini berada di pelukannya. Andi melayang jauh dengan perasaan sekarang. Hangat dan terasa lega atas semua rasa penasarannya selama ini.

Ia pun mulai membalas pelukannya. Dengan melingkarkan tangannya di punggun dia. Dan mencoba membuat si gadis agar merasa tenang.

“kamu sedih kenapa ?”. Tanya Andi pelan.

Si gadis lalu melepaskan pelukannya. Dan langsung duduk. Disusul dengan Andi. Gadis itu menceritakan masalahnya. Ternyata dia baru saja putus dengan pacarnya. Karena cowoknya yang selingkuh. Padahal dia sudah sangat sayang dengan mantan kekasihnya itu. Dan mereka sudah bertunangan. Kini semuanya sudah berakhir.

Malam itu mereka saling berbagi cerita tentang kepribadiannya masing-masing. Dan gadis itu bercerita kalau dirinya tahu bahwa Andi selalu memperhatikannya tiap hari. Mendengar itu, Andi jadi merasa malu. Tapi Rasa penasaran itu sudah terbayarkan. Dan kini Andi sudah tahu nama dari gadis itu adalah Aprilia Anggraini.

Malam ini juga adalah malam terakhir bagi mereka bertemu. Karena esoknya Lia akan pindah ke luar kota. Dan ini tanpa sepengetahuan Andi. Ia hanya di beri tahu sama tetangga yang tinggal di sebelah rumah Lia yang katanya mereka tidak tinggal di sini lagi.

Meskipun Andi tidak bisa memiliki dia, tapi tetap bahagia dengan semua apa yang sudah ia peroleh. Kebahagiaan dan pengalaman yang sangat berarti buatnya. Ini akan menjadi sebuah kenangan yang selalu ia kenang. Dan Lia akan tetap menjadi gadis pujaan hatinya.

Semoga ceritanya dapat menghibur..

Ditulis oleh Yuditav

Other Articles :

Posted by 5630xm

26 thoughts on “Sang Pujaan Hati

    • Bukan kok, ini memang saya karang sendiri

      Google itu hanya sebuah mesin pencari, di mana kita dapat menemukan sesuatu dengan kata kunci. Dan hasil itu didapat dari web web atau situs bukan dari google sendiri. 

      Kalau ingin menulis cerpen silahkan kunjungi http://www.wattpad.com

      Terimakasih..

      Terkirim dari Samsung Mobile

  1. ajiieb.. Cerita yg sangat ajib..
    Cowok emang brengs*k..

    Yg cowok jgn tersinggung ye,, ane juga cowok loh..
    Ngacir…wkwkwkwkwk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s