Love For Star (Part 2)


http://intanirreplaceable.files.wordpress.com/2009/12/bintang-berjalan.jpg

emm.. Lagi ga semangat gini.. Mending aku nulis lagi..

——————————————————————

Krinnnggg…

Krinnnggg…

Aku terbangun kaget oleh suara yang sangat nyaring. Membuatku menggerakan kepalaku ke kiri dan kanan. Seperti orang yang sedang kebingungan. Aku melihat ke arah jam yang terletak di sebuah meja kecil di sebelahku, yang dari tadi terus mencuatkan suara nyaringnya. Segera ku raih dan aku matikan suara itu.

Ah, ternyata sudah pagi. Terpikirkan sesuatu. Sepertinya aku ketiduran dari kemarin sore. Mmm.. Mungkin karena aku benar-benar kelelahan. Sampai rencanaku untuk berendam di kolam pun gagal.

“Ah, sudahlah. Sekarang aku harus mandi. Dan pergi kuliah”. Aku beranjak dari tempat tidurku dan kulanjutkan pergi ke kamar mandi yang berada tidak jauh dari kamarku.

***

“Ke mana Via, ma?”. Tanya aku. Via adalah adik perempuanku. Yang sekarang duduk di kelas 2 SMA.

“Adikmu sudah berangkat tadi”. Jawab mama. “ini, uang jajan kamu”. Tambahnya sambil mengulurkan tangannya padaku.

“Vino berangkat dulu ya, ma”. Aku berjalan keluar rumah.

“Hati-hati !!”. Teriaknya.

Langkahku terhenti saat aku melihat ke arah rumah kosong yang baru saja dihuni oleh orang itu. Aku melihat seseorang sedang berjalan menuju mobil yang berwarna hitam. Cewek cantik itu pun masuk mobil.

Ah, mimpi apa aku semalam. Tak menyangka aku bertetanggaan dengan seorang cewek cantik. Sesuatu menggelitik di hatiku. Membuat aku senang dan semangat. Ku lihat mobil itu meninggalkan tempatnya.

Aku masih terus terbayang dengan cewek itu. Ingin sekali aku mengenalnya dan mengetahui namanya. “Ah, nanti akan ku datangi dia”. Kataku sambil menyalakan mesin motor.

***

Kenapa dengan pikiranku saat ini? Kenapa cewek itu tak kujung pergi dari pikiranku?. Apakah aku…., ah, itu tidak mungkin. Aku baru melihatnya tadi pagi. Kenal pun juga tidak. Jadi tak mungkin bisa secepat ini.

“Dooorrrr..!! “. Seseorang mengagetkanku dari belakang. Membuat aku tersadar dari lamunanku.

Sepertinya sudah tidak asing lagi. Ah, ternyata benar itu Beni. Apa sih yang dia inginkan dariku? Selalu saja menggangguku. Beni adalah teman sekelasku. Dia orang yang paling menyebalkan setelah Joni di kelasku. Mereka berdua bersahabat. Tapi keduanya sangat menyebalkan. Mereka sangat kompak, kompak mengerjai aku.

“Apaan sih? “. Kataku kesal.

“Kenapa kau bengong sendirian di perpus? “. Tanyanya sambil menaruh tangannya di pundakku. “kesambet baru tau rasa”. Tambahnya.

“Bukan urusanmu! “. Jawabku jutek dan menyingkirkan tangannya dari pundakku. “Sebaiknya kerjakan hal yang lebih penting daripada menggagguku!! “. Bentakku.

“Oke.. Aku akan pergi anak sial !! “. Dia pergi sambil mengataiku.

Ah, dia berani mengataiku seperti itu. Lihat saja nanti kalau ketemu. Aku pasti membalasnya. Aku memang di juluki dengan sebutan “anak sial” di kampusku. Karena aku sering kena sial. Kalau tidak jatuh pasti dimarahin dosen. Memang kalau dimarahin atau dihukum oleh dosen itu hal biasa. Dan teman-temanku juga sama seperti itu. Tapi sepertinya aku lebih sering. Tapi benar juga yang dikatakan Beni. Kenapa aku harus melamun di tempat sepi seperti ini. Aku bisa kerasukan setan nanti. Apalagi aku melamun yang tidak jelas. Kenapa dengan diriku ini. Sadar, Vino.

“Sampai lupa, aku ke sini untuk mencari buku tentang Psikologi”. Segera aku menulusuri rak-rak yang membaris itu. Akhirnya beberapa buku sudah ku dapatkan. Segera aku kembali ke kelas.

Saat aku membalik badan,
Bruk… Aku menabrak sesuatu. Buku-bukuku jatuh berantakan. Ku pandangi seorang perempuan yang telah berdiri di depanku.

Sejak kapan ada orang di sini. “Deg, dia….”. Aku terpaku menatapnya. Terlintas pikiran yang tidak asing lagi. Aku mencoba mengingat-ingatnya. “Benarkah ini dia ? Cewek yang ku lihat tadi pagi ? “. Aku terus menatapnya kaget penuh rasa tikak percaya. Aku dapat bertemu dia di sini. Perasaan aneh menyambarku. Batinku seperti tersengat listrik 1000 volt.

“Hey, kenapa kau menatapku seperti itu ?”. Tanyanya lirih sambil memggerak-gerakan tangannya di depan wajahku. Sentak aku tersadar dari lamunanku. Membuatku jadi salah tingkah. Segera aku memunguti buku-bukuku.

“Maaf, aju ga sengaja”. Ucapnya. Dia bejongkok ikut membantu memgambil buku-bukuku yang berserakan.

“Oh, ga papa”. Jawabku santai.

Kita berdiri. Dia memberikan buku-buku yang berhasil ia punguti dan mennaruhnya di atas tumpukan buku-buku yang sedang aku bawa.

” Terima kasih”. Ucapku. Aku tersenyum kecil.

“Ya, sama-sama”. Jawabnya sambil tanganya merapikan rambutnya. “Gue duluan, ya !”. Dia pamit pergi dan ku lihat dia tersenyum kecil ke arahku.

Ah, bodoh. Kenapa aku hanya diam saja? Padahal tadi adalah kesempatan emasku untuk bisa dekat dengannya. Sepertinya julukan “Sial” memang pantas buatku. Ah, kau ini, Vino.

Aku benar-benar masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Aku tidak menyangka dapat bertemu dia di sini. Semuanya telihat seperti mimpi. Cewek itu datang secara tiba-tiba. Seolah-olah Tuhan telah mengirimkanya untukku. Dia memberikanku kekuatan, semangat dan kebahagiaan tersendiri.

Apakah dia Bintangku?
Apakah dia datang untuk memberikan sinarnya untukku?

***

Tunggu ya kelanjutannya… ^^

Other Articles :

Posted by 5630xm

13 thoughts on “Love For Star (Part 2)

  1. Lho kenapa nggak pinjam aja teman yang sudah lulus udah ganti jadi bukunya bisa beda pak kata mereka..Situasi memang sudah mengarah agar anak-anak membeli buku dari sekolah takut beda..Di sekolah para guru memang sudah siap dengan buku-buku tersebut yang SD satu paket Rp 185 ribu sedang yang SMP satu paket Rp 447 ribu..Jadi untuk buku aja total Rp 632 ribu. Tipis-tipis menurutku nggak ada yang istimewa yang ngarang aja juga tidak aku kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s