Love For Star (Part 4)


http://intanirreplaceable.files.wordpress.com/2009/12/bintang-berjalan.jpg

Membosankan sangat.

Gimana dengan hari kalian..

Oh ya.. Ini lanjutan ceritanya..

Selamat membaca ^^

——————————————————————

Chapter :

“Hari yang cerah”.

Aku duduk di sebuah kursi panjang bersebelahan dengan anak-anak yang lain. Ku lihat disekeliling sudah banyak orang yang berteriak-teriak seru yang berada di kursi bersejajar itu.

“Priitttt…”.

Salah seorang dari tim kita terjatuh oleh pemain lawan. Sepertinya ia kesakitan, terlihat tanganya yang memegang kakinya sangat erat dan berteriak kesakitan. Sesaat suasana jadi heboh. Segera teman-temanku menolongnya.

“Vino, sekarang kamu turun gantikan Indra”. Ujar pelatih.

“Baik, pak !!”. Jawabku bersemangat.

“Tunjukkan permainanmu, kita sudah tertinggal, jangan bikin bapak kecewa, Oke”. Ucap pelatih memberi semangat.

“Siap..!!”

Aku memang menjadi bintang basket di kampus elit ini. Terkadang aku harus bersembunyi dari fans-fansku yang tak henti-hentinya mengejarku. Aku menjadi salah satu kepercayaan di Tim basketku. Karena permainanku yang cukup lihai. Bahkan aku pernah membawa nama Timku jadi terkenal.

Aku berlari masuk lapangan. Serempak teriakan dari bangku penonton saat aku telah berada di lapangan. Kebanyakan mereka adalah para mahasiswi. Semua itu membuatku jadi tambah semangat.

Akupun mulai beraksi.

Ku lihat bola merah itu datang dari atas setelah seseorang melempar ke arahku. Aku berusaha menangkapnya….dapat. Aku mulai bergerak. Aku berlari melewati pemain-pemain itu. Ku pantulkan bola itu penuh semangat. Terkadang aku melakukan gerakan khas ku, untuk mengecoh lawan. Ku dengar teriakan penonton semakin menjadi setelah aku melakukan gerakan itu.

Aku lempar bola itu ke temanku dan ia tangkap dengan tepat. Ku lihat ia sedikit melakukan gerakan menipu dan dilanjutkannya berlari. Aku berlari mendekati ring mencoba mencari tempat yang kosong. Segera aku memberi tanda dengan melambaikan tangan kananku. Dia mengerti dengan isyaratku dan segera melempar bolanya ke arahku…dapat. Aku mendribel mendekati ring. Beberapa pemain mencoba menggagalkan aksiku. Tapi tidak semudah itu. Aku tetap bisa melawannya. Aku melompat dan ku arahkan bola tepat ke dalam ring.

“Aaaaaaaa…”.

Teriakan histeris penonton, saat aku berhasil memasukkan bola ke dalam ring.

Pertandingan sudah berlangsung beberapa menit. Dan untuk sementara kami memimpin.

“Menit-menit terakhir, aku harus bisa menambah angka”. Seruku.

Aku berlari mendribel bola. Melewati beberapa pemain. Aku bergerak sangat lincah. Ku rasakan detak jantungku semakin mencuat. Keringat sedari tadi mengalir deras membasahi tubuh dan bajuku. Nafasku tersengal-sengal. Ku lihat sekeliling, penonton berteriak menyebut namaku. Membuat aku tambah semangat.

Pandanganku berhenti ke salah satu penonton yang sudah tak asing lagi. “Ah, dia… Sejak kapan ia di sini? “. Aku memandang kaget. Ku lihat ia juga ikut berteriak. Dia duduk bersebelahan dengan Putri. “Hah, Putri? Kok bisa? Apa mereka sudah saling mengenal?”. Pikirku bingung.

“Vino, Awas…!!”

Brukk, aku terjatuh setelah ditabrak salah seorang yang berbadan tinggi dan besar itu.

“Priitt..!!”. Wasit meniup pluit menunjukkan bahwa ada kesalahan.

Auch.. Aku mengerang kesakitan. Ku rasakan tangan kananku sangat perih. Aku memegangnya erat. Sepertinya patah.

Penontan kaget saat kejadian yang menimpaku. Aku melihat seseorang panik datang menhampiriku.

“Vino, kamu ga papa? Apanya yang sakit?. Ryan membantuku berdiri.

Vino melihat ke arah tangan yang dari tadi ku pegang erat. “Tanganmu kenapa? “. Tanyanya cemas. Dia membantuku berjalan keluar lapangan.

Aku tidak menjawab. Karena aku kesakitan. Ku rasakan tanganku semakin nyeri. Ryan menaruhku di bangku pemain itu. Aku merasakan tubuhku semakin dingin. Pandanganku kabur semakin gelap dan aku mulai lemas.

***

Mataku perlahan terbuka. Kepalaku masih terasa berat. Sepertinya aku tadi pingsan. Aku merasa asing dengan tempat ini. Aku tersentak kaget saat mendapati ternyata bukan aku saja yang di sini. Entah semenjak kapan segerombolan cewek sudah berdiri mengelilingiku yang masih lemas ini.

“Aku di mana? “. Tanyaku bingung.

“Vino, kau sudah siuman? “. Kata salah seorang yang berada di sampingku. “Ini di UKS”. Tambahnya.

“Sebaiknya kalian tinggalkan tempat ini, Vino masih butuh istirahat”. Putri menyuruh cewek-cewek itu keluar.

Cewek-cewek yang ku tahu mereka adalah para fans-ku telah meninggalkan ruangan ini. Kecuali Putri dan…. Ah, bintang? Benarkah itu dia?. Aku kaget ternyata dia ada di sini. Aku menatapnya kaget.

“Kau baik-baik saja? “. Tanya Putri seolah dia tahu tingkahku.

Aku terus menatapnya. Tak ku hiraukan pertanyaan Putri. Dia begitu cantik dengan rambutnya yang panjang sebahu itu. Jantungku berdetak sangat cepat saat dia tersenyum manis padaku. Aku hanyut dalam perasaan ini. Aku membalas senyumannya.

Tiba-tiba datang seseorang, sentak aku kaget.

“Mia.. Ternyata kamu di sini. Aku mencarimu ke mana-mana”. Sapa orang itu dan mendekatinya.

Ah, itukan Beni. Jadi cewek itu bernama Mia. Kenapa Beni mengenalnya? Ada hubungan apa mereka?.

“Hey, Ben”. Sapa Putri.

Beni hanya membalas dengan melambaikan tangannya.

“Hey, Vin”. Sapa Beni sinis. “Aku turut sedih dengan apa yang terjadi padamu”. Seakan dia peduli denganku.

Aku tahu, perkataannya itu tidak sungguh-sungguh. Ia tidak benar-benar peduli denganku. Mungkin ini hanya siasatnya saja untuk menghujatku seperti biasa.

“Aduh, aduh. Hanya seginikah kemampuan pahlawan kita. Ternyata lemah. Inikah yang selalu menjadi idola setiap cewek-cewek di kampus ini? Mereka salah. Sudahlah jangan sok jadi pahlawan. Itu hanya akan merusak semuanya. Anak sial”. Hardik Beni

“Ben,hentikan itu !!”. Bentak Putri. Ia mencoba menyelamatkanku dari ocehannya Beni.

“Kamu ga papa, Vin ? Tak usah kau hiraukan ocehan Beni”. Putri mencoba menenangkanku.

Sepertinya usaha Putri gagal. Beni berhasil membuatku marah dan emosi. Ku lihat sesaat Mia hanya diam saja.

“Kau…!”.

Aku ingin meninju muka Beni.

Au,, aku baru menyadari kalau tanganku sakit. Tanganku diperban dan diberi tali mengalung ke leher.

“Apa..!! Kau akan menghajarku. Silahkan!!”. Beni semakin menekanku.

“Hentikan, Ben !!. Sebaiknya kau pergi dari sini, atau aku akan mempersulitmu !!”. Hardik Putri. Putri benar-benar menyelamatkanku.

“Tak usah kau suruh aku juga akan pergi. Aku sudah muak berlama-lama di sini !!”. Ucap Beni ketus.

“Ayo, Mia. Kita pergi dari sini”. Beni menarik tangan Mia.

Baguslah. Aku sedikit merasa tenang. Aku melihat Mia pergi. Mia menoleh ke arahku bingung.

“Terima kasih, Put”.

Putri hanya tersenyum manis.

Ada hubungan apa mereka? Apa mereka pacaran?. Aku masih memikirkan hal itu.

“Vino, Kau baik-baik saja ?”. Tanya Putri lirih. Ia seolah tahu apa yang aku pikirkan.

“Cewek itu bernama Mia. Dia tememku sewaktu SMP. Dia dari Bandung. Sama seperti waktu aku sekolah di sana”. Ujar Putri.

“Kenapa kau tak pernah menceritakan padaku, kalau kamu bersahabat dengannya? “. Tanyaku lirih.

“Ku pikir ia tak akan pindah ke sini. Dan kalau pun aku ceritakan, kau tak kan tau Mia”. Jelas Putri.

“Terus, ada hubungan apa Beni dengan Mia? “. Tanyaku penasaran.

“Kalau hal itu aku ga tau”. Jawabnya singkat.

Apa mungkin mereka benar pacaran. Kalau benar berarti aku….. “Vino, apa yang kau pikirkan?”. Aku tersadar dari lamunanku.

“Hey, Vin”. Terdengar suara dari pintu. Sepertinya aku mengenal suaranya. Itu Ryan.

“Vino, Kau sudah sadar? Gimana keadaanmu? “. Ryan mendekatiku.

Aku bangun.

“Sedikit lebih baik”. Jawabku.

“Gimana dengan pertandingannya? “. Tanyaku penasaran.

“Kamu tenang saja, Tim kita berhasil memenangkannya”. Jawab Ryan. “Dan ini semua berkat kau”. Tambahnya.

Wajahku merah sesaat atas pujian Ryan.

“Syukurlah”.

“Ini bukan karena aku saja, tapi ini karena semuanya”. Aku mencoba membenarkan.

“Pasti semuanya sudah kecewa denganku”.

“Kenapa kau berkata seperti itu. Ini bukan salahmu”. Gerutu Putri.

“Sebaiknya sekarang aku antar kau pulang”. Ujar Ryan.

“Terima kasih teman-teman”.

Mereka tersenyum manis.

***

——————————————————————
ha ha.. Di sini Vino aku buat main basket..

Other Articles :

Posted by 5630xm

Iklan

21 thoughts on “Love For Star (Part 4)

  1. maaf gan mau tanya nich, mslah hack tanpa flash sesuai cara agan yang kemarin(april)sbelum aku menginstal aplikasi aku mundurin tgl menjadi 25-5-2010, ada msalah waktu instal cert updater ada pemberitahuan pembaharuan,’ganti versi 1.0 dengan versi 1.01′ aku pilih ya tapi ga bisa malah ada peringatan ‘bla bla bla tidak diberikan’.karena pikirku udah ada terus aku lnjutin instal rompatcher dan aku pindahin instalserver.exe ke E:patches dan aku buka rompatcher apply dan add to auto.msalah yang paling utama setelah aku matiin hpnya terus dinyalain lagi semua menu ga bisa buka tolong gan gimana ya?

    • coba hape.a matiin.. Truz cabut memori.. Nyalain tanpa memori.. Klo tetep ga bs..

      Skrg cba sambung hape k.kompi.. Tp harus pke pc suite.. Truz masuk k.pemasangan yg da d.pc suite.. Cri file apps hack.a dan uninstal..

      Mgkn klo km da cara laen yg ga ribet, km bs cba ndri..

      Soal.a qw lum prnh nglamin gtu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s