Catatanku di Bandung


image

Ga terasa sudah 2 minggu aku di sini, di Bandung. Dan kini dengan rasa yang amat berat, aku harus pulang lagi ke Jakarta. Huft.. Ini membuatku sedih karena aku juga harus pisah lagi dengan seseorang yang tersayang.

Jumat, 29 juli 2011, aku sampai di Bandung. Dengan hati yang berbinang-binang penuh penasaran, apa yang akan terjadi selanjutnya. Hati ini sudah tidak sabar untuk bertemu “Fussy Girl”.

Dan kita pun bertemu di tempat biasa kita bertemu. Dengan sedikit tipuan untuk menciptakan kejutan, aku pun berhasil membuatnya tertipu tapi dengan hati yang riang. Tampak jelas wajahnya yang merekah seperti bunga.

Itu adalah awal aku berjelajah dengannya. Aku habiskan waktuku hanya dengannya. Tiap detik, menit, jam dan tiap hari. Kita jalan, nonton, makan dan bercanda bareng. Beberapa hari itu kita sangat gembira. Bahkan sempat ditilang polisi gara-gara aku tidak punya sim.

Tapi kesenangan itu tertelan sesaat oleh 1 hari yang penuh kesedihan. Ia kehilang benda yang sangat ia sayangi dan ia cintai. Benda yang ia anggap sebagai penggantiku di kala jauh denganku. Tapi kini sudah hilang melepuh menyatu dengan serpihan rumahnya.

Kejadian itu membuat hatinya sangat terpukul. Dengan ikhlas aku mencoba menghiburnya, membuatnya tenang dan selalu berada di sampingnya.

Beberapa hari setelah kejadian yang menyedihkan itu, aku lihat ia sudah ada senyum di wajahnya. Biar mungkin hatinya tetap merasa kehilangan. Ia selalu berharap akan ada pengganti benda kesayangannya itu.

Dan kini aku harus pergi meninggalkannya. Ya.. Meskipun ini hanya sementara, tapi hati sangat berat.

Maaf, aku tidak bisa menjaga Die kecil

Tidak apa

Tiap kali aku mendengar kata-kata itu aku jadi sangat sedih. Sedih akan dirinya.

Tak ada lagi benda yang aku ajak ngobrol, aku pukulin saat kesal denganmu, aku peluk di saat kangen kamu, dan menemaniku di saat tidur

Kamu tenang saja. Pasti Allah akan memberi penggantinya

Dia pernah bilang padaku, kalau aku adalah motivasinya.

Kamu jangan sedih lagi. Aku tidak ingin melihat kamu sedih. Kamu di sana baik-baik ya. Meskipun tidak ada aku dan Die kecil, kamu harus semangat.

Terimakasih untuk semuanya.

Other Articles :

Iklan

9 thoughts on “Catatanku di Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s