I’m With You


image

Suatu saat aku menemukannya. Sesuatu yang lama tak ku jumpai. Menghilang sangat lama sekali. Tapi kini telah berada di hadapanku. Sosok yang sudah lama sekali aku rindukan. Sosok yang selalu menempati urutan pertama di pikiranku. Ini hebat. Dia cantik sama seperti dulu. Aku baru menyadarinya, dia sahabat kecilku.
Aku mencoba meneliti tiap denyut jantung yang ku rasakan. Ini tidak  seperti biasanya. Kali ini begitu sangat cepat. Apakah jantungku sudah mulai rusak? Oh, tidak. Ini menyebalkan.

Aku selalu berfikir, apakah ada yang salah dengan perasaan ini. Aneh tapi juga hebat. Tapi aku selalu mencoba menyembunyikannya. Aku mulai gila.

Saat ini aku sedang bersamanya. Duduk berdekatan di bangku taman. Benar-benar hanya berdua. Ya, itu yang aku rasakan meskipun di taman ini tidak hanya benar-benar ada kami berdua.

Kami pergi untuk nonton film. Mungkin ini untuk pertama kalinya. Saat di dalam ruangan yang gelap itu, kami hanya diam mematung. Kami fokus dengan film masing-masing. Tak ada dialog antara kami. Mungkin yang ada dalam pikiran kami hanya menonton film sampai selesai dan setelah itu pulang. Tapi, entahlah. Yang jelas saat ini ada sesuatu yang sedang bermain bedug di dadaku. Ada hal yang mengejutkan. Sesuatu yang tidak bisa aku lupakan sampai sekarang. Dia menciumku.

Setelah kejadian yang membuatku melayang itu, aku menjadi sangat yakin kalau dia sama seperti aku. Memiliki perasaan yang sama denganku. Apakah dia mencintaiku?

Hubungan kami semakin dekat. Dan berjalan semakin jauh. Aku mencintainya. Itulah perasaan yang selama ini membuatku gila. Membuat jantungku yang selama ini aku kira rusak. Ahh, ini bodoh. Aku sadar, siapakah aku.

“Tidak ada persahabatan antara laki-laki dengan perempuan yang tidak melibatkan perasaan”

Itu benar. Dan itu baru saja terjadi padaku. Semua itu membuatku sadar betapa bodohnya aku. Tapi yang aku inginkan bisa selalu dekat berasamanya. Selamanya. Huh, aku berlebihan.

Tapi waktu berkata lain. Kini kami telah bersama. Aku melupakan semua kebodohanku dah persahabatan ini. Yang aku pikirkan sekarang ini hanya tentang dia. Dia yang selalu aku cinta. Biarkanlah kami merasakan perasaan yang hebat ini. Biarkan semua ini menjadi kisah kami berdua. Ini tidak salahkan?

Aku sangat mencintainya. Aku menyayanginya. Dan aku bahagia. Diapun begitu. Kami terlelap dengan semua ini. Perasaan yang sulit aku jelaskan.  Rasa-rasa ini mengisi hari-hariku. Tiap jam, tiap hari, selalu mengisi pikiranku. Aku tidak ingin jauh darinya. Aku ingin dia sepanjang waktuku.

Suatu hari ada beberapa perempuan yang mendekatiku. Aku tidak begitu memikirkannya. Aku hanya menganggapnya sebagai teman.Tapi.. Huh, mungkin Yang Maha Kuasa sedang mengujiku. Dia marah padaku.

Maaf tentang itu. Aku mencoba untuk memperbaiki semuanya. Aku tidak ingin kehilangannya, hanya itu yang mengisi pikiranku. Aku takut.

Kami memiliki impian yang sama. Kami ingin selalu hidup bersama. Sampai ke hubungan yang serius. Tapi impian itu justru membuat kami merasa tidak yakin. Ya, selama ini ada satu yang selalu mengganggu kami. Kami saudara sepepu.

Apakah ini dosa?
Apakah orangtua kami akan setuju?

Pertanyaan-pertanyaan itu yang selalu datang menghampiriku. Selalu membayang-bayangiku. Bahkan aku selalu mengabaikan hal itu. Membiarkan waktu untuk menangani semua masalahku. Tapi itu hal yang sangat bodoh. Itu justru membunuhku.

Suatu ketika di malam itu, kami bertemu. Aku merasa aneh dengan suasana malam itu. Dingin dan ada hal yang mengganjal. Aku kira itu hanya pikiranku saja, tapi dia tidak terlihat seperti biasanya. Sepertinya ada sesuatu beban besar di kepalanya. Hingga dia mulai bicara dengan wajah sedih. Aku tidak tahu apakah yang sedang terjadi. Tapi, kata-kata yang ia ucapkan membuatku mati rasa. Bahkan aku tidak dapat mendengar kelanjutannya. Itu sangat menyakitkan.

Aku tahu ini semua salahku. Aku belum bisa menjadi lelaki yang terbaik untuknya. Aku belum bisa menjadi pelindung untuk dia. Aku sadar, aku hanya lelaki egois yang mementingkan hatinya sendiri. Aku tidak pernah tahu apa yang dia inginkan. Aku hanya lelaki pecundang yang tak pernah bisa membuktikan apa-apa. Dia benar, aku tidak berguna.

Aku berusaha meyakinkan dia akan perasaanku yang sesungguhnya. Aku sungguh mencintainya. Tapi, dia tidak pernah mau dengar lagi apapun dariku. Bahkan aku tidak tahu harus berbuat apa. Semua ini karena keluarga.

Sebuah kabar, kini dia telah bersama lelaki lain. Yang pasti lelaki itu jauh lebih baik daripada aku. Itu sangat menyakitkan,  Itu semua membuatku hancur. Aku terpuruk, aku gila, aku berantakan. Aku berfikir hidup ini sudah tak berarti lagi. Aku kehilangan segalanya.

Aku selalu belajar ikhlas, legowo. Dan itu susah.

Kini aku tahu arti ketulusan dan kesetian. Mungkin selama ini aku belum pernah menyadarinya. Dan aku sangat bersyukur pada Yang Maha Kuasa telah memberiku kesempatan untuk berada di sisinya. Itu adalah anugrah terindah sepanjang hidupku.

Aku tahu. Mungkin di matanya sekarang aku adalah lelaki bodoh yang tidak punya pendirian. Aku bisa terima itu.

Aku tahu aku memang salah. Dan itu tidak akan pernah bisa dia maafkan. Dia benar, “Orang yang selingkuh, apa yang diucapkannya adalah dusta”. Mungkin semua yang aku lakukan, yang aku ucapkan selama ini adalah dusta, tapi hati ini semoga jauh dari dusta. Terimakasih.

Yang aku tahu mereka adalah temanku.

….but my heart just for you

This is my story. Take the lesson. May be useful.

Follow @yuditav69

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s